Selasa, 15 September 2015

Empat Jam mengelilingi Melaka

Pukul 04:30 tanggal 15 September 2015 kami tiba di Melaka. Dag dig dug der plus excited kami akhirnya berhasil sampai di Melaka.. 
Yey! tempat  baru ini, tempat pertama kalinya kami kunjungi. Atmosfer tempat ini sangat berbeda dengan Penang, mungkin karena Penang salah satu kota yang cukup besar dan dekat dengan perbatasan Thailand. 
Agak sedikit bingung untuk mendeskripsikan tempat ini. 😅

Mengapa kami memilih Melaka sebagai kota tujuan akhir perjalanan kami untuk menjelajahi Malaysia ini, hanya satu alasan yang membuat kami tertarik kesini. 
Ya.. Bangunan merah yang sangat Heritage.. ! sedikit classic memang untuk alasan ini.😎

Sebelum kami menjelajahi tempat tersebut sebenarnya agak sedikit ragu dengan terminal tempat kami berhenti ini karena jujur saja saya lupa browsing nama terminal untuk menuju Bangunan merah tersebut. 

Dengan insting yang cukup besar dan kenyakinan yang kami miliki tentunya.. kami melanjutkan perjalanan ini dan si krucil hanya mengikuti gw tanpa ragu kalau gw bisa sewaktu-waktu membawa mereka nyasar 😆.. *kalau nyasar gagal jadi Guide neh :D 

Dengan bertanya dengan seorang petugas yang ada diterminal dan setelah kami merasa yakin, kami menuju terminal bus kota tepat berada di depan terminal antar propinsi dan negara. 

Sayangnya terminal domestik (Kota) ini belum buka. Jam buka terminal ini pada Pukul 06:00 Pagi cukup teratur ya untuk ukuran fasilitas Publik ini.

Karena waktu yang kami miliki cukup banyak sambil menunggu bus tiba, jadi waktu yang kami miliki, digunakan untuk "bersih-bersih" maklum kami kan belum mandi sejak kami meninggalkan Singapore haha... *Rahasia terbongkar 😆😄

Walau kami belum mandi tapi kami tetap "bersih" koq.. 😉😄
ala-ala koboi gitu taukan.. cukup dengan cuci muka, sikat gigi dan bersih-bersih yang lainnya serta mengganti pakaian.. jadi saat kalian berada disamping kami ngga perlu khawatir bau-bau tak sedap tidak akan terhendus 😁😀

Setelah pukul 06:00 terminal bus domestik (kota) pun dibuka kami segera menuju lorong bus Rapid no. 17 tujuan Bangunan Merah, tepat perkiraan kami akhirnya kami mendapatkan bus pertama. ternyata jarak antara terminal dengan bangunan merah cukup dekat hanya sekitar 25 menit berkendara.




Tiba di Bangunan Merah hal yang terpikiran hanya satu.. Wow.. Keren! sumpah itu keren banget, dimana semua bangunan di dominasi dengan warna merah. selain itu sangat kental sekali suasana penjajahan Inggris dimasa itu. 


Victoria Peak

bangunan merah


Tidak jauh dari sana tepat disebrang sungai melaka terdapat daerah pecinan bernama Jonker street, pusat kehidupan para wisatawan berada di Melaka.
bukan hanya penginapan, restoran dan cafe-cafe pun banyak di tempat ini. Selain itu Melaka River pun memiliki street art yang cukup banyak. Oh ya..sungai yang menjadikan penghubung antara bangunan merah dengan Jonker Street ini dijadikan sebagai tempat wisata loh..

Jujur ya sebenarnya sungai yang ada di Indonesia jauh lebih bagus dari sungai Melaka, tetapi hanya saja sungai yang kita miliki tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah maupun kurangnya kesadaran kita untuk menjaga kebersihan sungai.

Sungai Melaka ini dapat menjadi daya tarik wisatawan. Setiap malam hari kamu bisa menikmati sungai ini sambil menyantap makan malam yang ada Melaka River Cruise.. kerenkan! 😆😁





salah satu tempat penuh street art di pinggir sungai Melaka


Sayang sekali saat kami datang masih terlalu pagi sehingga kami tidak dapat menikmati suasana Jonker street saat itu. Merasa sudah cukup puas mengelilingi Bangunan merah, dan Jonker street kami pun mencari tempat makan halal disekitar daerah tersebut.. 

Ya memang waktu sudah menunjukan jam sarapan jadi kami mesti mengisi amunisi terlebih dahulu. Tidak jauh dari bangunan merah sekitar 200M terdapat restoran selera medan, insha allah restoran ini halal karena pemilik restoran disini rata-rata muslim.

cukup 5RM bisa menikmati ikan asam pedas khas Melaka


Perut pun sudah terisi dengan kenyang dan kami siap menghabiskan hari ini untuk kembali ke Negara awal kami pertama kali tiba..

Sebenarnya kami akan pulang ke Singapore nah sebelum kami mengakhiri pertualangan kami. kami mampir dulu ke salah satu toko Souvenir khas Melaka, sayangkan jauh-jauh kesini ngga beli buah tangan untuk teman atau keluarga tercinta di Indonesia. 

Harga oleh-oleh di Melaka relatif lebih murah dibanding Penang ataupun Kuala lumpur kisaran 5-10RM kamu sudah mendapatkan buah tangan tetapi sayangnya tidak banyak pilihan atau karena kami belum menelusuri lebih dalam kota bersejarah ini...😅

Next time gw akan menjelajahi kota ini lebih dalam lagi.. :)
Oh ya total perjalanan kami di Melaka hanya 4 Jam saja loh.. nah bagi kamu yang hanya sekedar singgah dan tidak memiliki banyak waktu ngga perlu khawatir.. kamu pasti bisa mengelilingi tempat menarik di Melaka seperti daerah Bangunan merah seperti yang saya lakukan..

Kami pun kembali ke Terminal, sesampai disana kami langsung menuju loket karena dari hasil browsing yang kami lakukan bus untuk rute Singapore terakhir hanya sampai pukul 13:00. Tanpa perlu berpikir banyak kami langsung membeli ticket tersebut. 

Setelah ticket sudah ditangan hanya menunggu 25 menit bus kami pun datang dan siap menelusuri jalan yang panjang. 
Ya.. kami mesti kembali ke negara tersebut dikarenakan ticket pulang kami dari Negara "Singa" ini. 

Jarak antara Melaka dan Singapore dapat ditempuh sekitar 5Jam tanpa macet. memang waktu yang tidak sebentar tetapi lumayan untuk meluruskan kaki dan badan selama didalam bus 😀


Tidak ada komentar:

Posting Komentar